A. Latar Belakang
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki fungsi sebagai representasi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, menjembatani komunikasi dengan pihak universitas, serta mengembangkan potensi mahasiswa melalui berbagai program kerja. Namun, efektivitas peran tersebut sangat dipengaruhi oleh bagaimana mahasiswa memandang keberadaan dan kinerja BEM. Apabila mahasiswa tidak mengenal fungsi maupun program kerja BEM, maka tujuan organisasi sebagai representasi mahasiswa tidak akan tercapai secara optimal.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), masih beragam pandangan mengenai eksistensi BEM. Terlebih sampai saat ini LPJ BEM 2025 tak kunjung terselesaikan. Bagi sebagian mahasiswa menganggap BEM belum terlihat aktif, sementara sebagian lainnya menilai BEM masih memiliki potensi untuk berkembang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui persepsi mahasiswa mengenai keberadaan, citra, serta harapan terhadap BEM UMS sebagai bahan evaluasi bersama.
B. Tujuan
1. Mengetahui persepsi mahasiswa mengenai eksistensi BEM UMS
2. Mengidentifikasi citra BEM UMS di kalangan mahasiswa
3. Mengetahui harapan mahasiswa terhadap program kerja dan peran BEM UMS
4. Memberikan rekomendasi sebagai bahan refleksi organisasi
C. Metode Penelitian
Pendekatan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring kepada mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif UMS, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan Voluntary Response Sampling, yaitu responden yang secara sukarela berpartisipasi dalam pengisian kuesioner. Jumlah responden yang berhasil dihimpun sebanyak 122 mahasiswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yaitu dengan mengelompokkan jawaban responden berdasarkan kecenderungan tema dan frekuensi kemunculan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap eksistensi BEM UMS.
D. Hasil dan Pembahasan
Kuesioner disebarkan kepada mahasiswa dari 12 fakultas di Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan persebaran angkatan mulai tahun 2021 hingga 2025. Penelitian memperoleh 122 responden, dengan komposisi responden terbanyak berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan (29,5%), diikuti oleh Fakultas Agama Islam dan Fakultas Komunikasi dan Informatika. Mayoritas responden (63,1%) belum pernah menjadi pengurus BEM, baik di tingkat universitas maupun fakultas. Selain itu, sebanyak 47,5% responden mengenal keberadaan BEM UMS pertama kali saat kegiatan orientasi mahasiswa baru. Data ini menunjukkan bahwa pengenalan awal terhadap BEM masih didominasi oleh kegiatan formal kampus dan belum banyak diperkuat melalui aktivitas organisasi yang berkelanjutan.
Berdasarkan pemahaman mengenai peran organisasi, sebanyak 40 responden (32,8%) menilai fungsi dan peran BEM sudah cukup, sedangkan 20 responden (16,4%) mengaku belum mengetahui fungsi maupun peran BEM UMS. Rendahnya tingkat pemahaman tersebut juga tercermin dari partisipasi mahasiswa terhadap kegiatan BEM. Sebanyak 68% atau sekitar 83 responden mengaku tidak pernah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM UMS. Alasan utama yang disampaikan adalah 54,9% responden tidak mengetahui adanya kegiatan BEM, sementara 41% responden tidak mengikuti akun media sosial resmi BEM UMS.
Hal ini menjadi bukti bahwa publikasi kegiatan dan strategi komunikasi BEM masih belum menjangkau sebagian besar mahasiswa. Sebanyak 82% responden mengaku tidak mengetahui struktur kepengurusan BEM UMS. Selain itu, 32% responden menyatakan belum yakin untuk merekomendasikan teman bergabung dengan BEM UMS. Hasil ini menunjukkan bahwa eksistensi organisasi belum sepenuhnya mampu membangun kepercayaan mahasiswa, baik dari aspek pengenalan organisasi maupun persepsi terhadap kinerja kepengurusan.
Kemudian terkait program kerja BEM UMS dirasa 45 orang cukup relevan terhadap kebutuhan mahasiswa pada umumnya. Namun kinerja keseluruhan dalam setahn terakhir dinilai tidak puas bagi 41 orang. Hingga 32 orang diantaranya merasa BEM belum menyuarakan kepentingan mahasiswa kepada birokrasi kampus. Jika berkaitan dengan transparansi anggaran dan pelaporan, 39 orang menilai belum transparan, Pengaruh keberadaannya pun tidak ada 40,2% selama menjalani kuliah secara keseluruhan. Masih ada harapan 4,9% yang menganggap bahwa BEM masih relevan keberadaannya di mahasiswa. Banyak masukan terkait program, evaluasi perubahan, hingga penilaian citra BEM UMS yang perlu dibenahi.
E. Kesimpulan
Berdasarkan hasil survei tanggal 30 Mei 2026 terhadap 122 mahasiswa aktif UMS dari berbagai fakultas, dapat disimpulkan bahwa eksistensi BEM UMS masih dinilai belum optimal. Rendahnya tingkat pengenalan mahasiswa terhadap program kerja BEM berpengaruh terhadap terbentuknya citra organisasi yang kurang positif. Di sisi lain, mahasiswa menunjukkan harapan yang besar agar BEM mampu menjalankan fungsi advokasi secara lebih aktif, meningkatkan transparansi, memperkuat komunikasi dengan mahasiswa, serta menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata seperti pengembangan keterampilan, forum aspirasi, dan kegiatan kolaboratif lintas fakultas. Dengan demikian, peningkatan komunikasi organisasi dan kebermanfaatan program menjadi faktor utama yang dapat memperkuat eksistensi BEM UMS di kalangan mahasiswa.

