• Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
  • Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
Home Kegiatan Diskusi

Brain Rot: Ketika Teknologi Membuat Kita Pintar Tapi Bodoh

Oleh; Edgar Ramadhan

Brain rot adalah istilah yang merujuk pada kondisi ketika otak sering terpapar pada hal-hal ringan ataupun receh seperti konten hiburan dangkal di media sosial, sehingga kemampuan otak dalam memproses informasi berat dan mendalam menjadi menurun. Umumnya hal ini terjadi pada generasi yang sejak dini sudah akrab dengan teknologi digital dan internet.

Gejala Brain Rot

  1. Sulit menerima informasi yang kompleks dan bersifat kritis
  2. Mudah terdistraksi atau kehilangan fokus saat belajar atau berdiskusi
  3. Kecenderungan untuk terus-menerus scrolling media sosial tanpa tujuan yang pasti (doom scrolling)
  4. Wawasan menjadi semu (banyak informasi masuk tetapi hanya di permukaan)

Dampaknya terhadap akademik dan produktivitas

  1. Kesulitan menyerap penjelasan materi
  2. Tidak mampu mempertahankan fokus
  3. Sering terganggu oleh notifikasi dan kebiasaan membuka ponsel
  4. Sulit membentuk pemahaman utuh jika membahas suatu topik

Solusi Mengatasi Brain Rot

  1. Digital detox dengan membatasi penggunaan gadget, menghapus media sosial atau membuat tampilan gadget menjadi tidak menarik, dan mengurangi interaksi dengan gadget di malam dan pagi hari.
  2. Melatih diri untuk merasa bosan dengan gadget
  3. Memiliki sikap skeptis dan kritis terhadap informasi yang sifatnya dangkal
  4. Melatih kesadaran diri untuk peka terhadap fisik dan mental. Tujuannya agar individu dapat memahami batasan kognitifnya dan tahu kapan otaknya perlu istirahat ataupun stimulasi.

Dampak sosial dan solusi

Dengan mengonsumsi konten receh terus-menerus dapat melemahkan kemampuan sosial dan cara individu komunikasi. Solusinya dengan:

  • Terlibat dalam aktivitas bermakna dalam dunia nyata, contohnya olahraga, seni, organisasi
  • Menumbuhkan kebiasaan reflektif dan bersosialisasi dalam dunia nyata.
  • Menyadari bahwa kesibukan positif lebih bermakna 
ShareTweet

Related Posts

Diskusi

Strategi Coping Mahasiswa dalam Menghadapi Stress Akademik maupun Organisasi

Desember 8, 2025
12
Diskusi

Manajemen Cashflow di Era Digital

Desember 5, 2025
4
Diskusi

Perubahan Iklim dan Krisis yang tak Terlihat

Desember 7, 2025
4
Diskusi

Relevansi dan Wajah Baru Gerakan Mahasiswa di Era Digital

Desember 5, 2025
9
Diskusi

Polisi, Warga, dan Krisis Kepercayaan: Bisakah Penegakkan Hukum Dipercaya Lagi

November 15, 2025
11
Diskusi

Objektifikasi di Balik Layar Kampus Cantik

November 6, 2025
15

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Gedung Unit Kemahasiswaan Lantai 4, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah, Gatak, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169

Produk

Pabelan Online
Pabelan TV
Majalah Pabelan

Lainnya

Arsip Koran 2024
Arsip Pabelan
Kegiatan
Tentang

Social Media

Whatsapp Instagram Youtube
No Result
View All Result
  • Home
  • Purchase JNews
  • Pre-sale Question
  • Support Forum
  • Back to Landing Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00