• Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
  • Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
  • Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
  • Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
Home Kegiatan Diskusi

Bedah Buku Factfulness: Mengapa Kita Kerap Keliru Memandang Dunia

Diskusi Rutin : Rabu, 25 Februari 2026
Pemantik : Muhammad Farhan

Dalam diskusi buku Factfulness karya Hans Rosling, dibahas bahwa manusia sering memiliki naluri melihat dunia secara dikotomis, misalnya membagi antara negara Barat dan Timur, atau negara maju dan negara tertinggal. Padahal, kenyataannya banyak negara berada di posisi di antara dua kategori tersebut. Karena itu, Rosling menawarkan cara pandang yang lebih berlapis dengan membagi kondisi ekonomi masyarakat dunia ke dalam empat tingkat, yaitu kelas bawah, kelas menengah bawah, kelas menengah atas, dan kelas atas. Ia juga menekankan bahwa pengetahuan kita tentang dunia perlu terus diperbarui, karena banyak persepsi yang masih didasarkan pada data lama sehingga menciptakan gambaran yang tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini.

Dalam pembahasan juga dijelaskan bahwa perbedaan antara kelompok miskin dan kaya sebenarnya tidak selalu sejauh yang sering dibayangkan. Dunia tidak terbelah menjadi dua bagian, melainkan berada dalam gradasi. Bahkan dalam banyak aspek, kondisi dunia justru menunjukkan perbaikan dari waktu ke waktu. Salah satu contoh yang disebutkan adalah peningkatan angka harapan hidup. Jika pada tahun 1700-an rata-rata harapan hidup hanya sekitar 31 tahun, saat ini sudah mencapai sekitar 72 tahun. Namun, kemajuan ini sering tidak disadari karena kita lebih sering melihat atau mendengar kabar buruk. Media cenderung menyoroti berita yang dramatis, sementara cerita dari generasi sebelumnya kadang menghadirkan romantisasi masa lalu, seolah-olah kehidupan dahulu lebih baik.

Meski begitu, diskusi juga menekankan bahwa kemajuan ini tidak berarti kita mengabaikan berbagai masalah yang masih ada, seperti kemiskinan atau ancaman terhadap lingkungan. Rosling mengingatkan pentingnya membedakan antara tren dan level ketika melihat suatu fenomena. Artinya, kita perlu melihat perubahan dari waktu ke waktu sekaligus kondisi saat ini sebelum menarik kesimpulan. Contoh lain yang dibahas adalah isu ledakan populasi, yang sebenarnya diperkirakan akan cenderung stabil jika dilihat dari struktur usia penduduk. Selain itu, manusia juga cenderung menyederhanakan data dalam bentuk garis lurus karena lebih mudah dipahami, padahal kenyataannya perkembangan dunia jauh lebih kompleks. Karena itu, kita perlu lebih kritis terhadap data dan membiasakan diri memeriksa fakta sebelum membentuk pandangan tentang kondisi dunia.

ShareTweet

Related Posts

Pelatihan

Topik : Penelitian Jurnalistik

Juni 28, 2026
14
Diskusi

Diskusi Kondisional : Jumat, 12 Juni 2026

Juni 28, 2026
8
Diskusi

Diskusi Rutin : Rabu, 20 Mei 2026

Juni 28, 2026
7
Diskusi

Diskusi Rutin : Rabu, 17 Juni 2026

Juni 28, 2026
3
Diskusi

Diskusi Rutin : Rabu, 3 Juni 2026

Juni 28, 2026
0
Diskusi

Diskusi Kondisional : Jumat, 19 Juni 2026

Juni 28, 2026
2

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Gedung Unit Kemahasiswaan Lantai 4, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah, Gatak, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169

Produk

Pabelan Online
Pabelan TV
Majalah Pabelan

Lainnya

Arsip Koran 2024
Arsip Pabelan
Kegiatan
Tentang

Social Media

Whatsapp Instagram Youtube
No Result
View All Result
  • Home
  • Purchase JNews
  • Pre-sale Question
  • Support Forum
  • Back to Landing Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00