• Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
  • Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
  • Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
  • Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
Home Kegiatan Diskusi

Eksistensi Kejawen di Masa Kini

Eksistensi Kejawen di Masa Kini

Oleh: M. Fernanda Wahdani (2 Oktober 2024)

Kejawen merupakan output dari budaya entah itu sifatnya budaya atau kesenian yang eksis di tanah Jawa. Setiap daerah punya mitos atau adat. Sebelumnya Indonesia menganut anismisme, lalu setelah perdagangan masuk hindu budha disusul dengan islam lalu ada konghucu. 6 agama di Indonesia memiliki agama unik, berbeda dengan agama asalnya. Berbicara tentang tradisi itu sangat kental. Sehingga berbaur dan menyatu. Banyak peraturan hukum yang timbul dari budaya.

Kejawen kalau di corak kepercayaan ada penghayat, menggabungkan antara hindu islam dan dinamisme yaitu meyakini kalau di dunia hanya berbuat baik. Contohnya di keraton-keraton itu islamnya berbeda dengan kita. Kejawen itu dekat dengan alam. Sebuah budaya erat kaitannya dengan keadaan masyarakat. Kebudayaan erat dengan nilai, kalau kita menilai lebih dalam maka budaya kejawen mengubag kita supaya kita lebih penurut. Namun di zaman yang sekarang, tidak dapat dipercaya lagi. Mempelajari kejawen supaya ada tenggang rasa. Daerah-daerah lain mempunyai kebudayaan sendiri.

ShareTweet

Related Posts

Diskusi

Diskusi Kondisional : Jumat, 12 Juni 2026

Juni 28, 2026
8
Diskusi

Diskusi Rutin : Rabu, 20 Mei 2026

Juni 28, 2026
7
Diskusi

Diskusi Rutin : Rabu, 17 Juni 2026

Juni 28, 2026
3
Diskusi

Diskusi Rutin : Rabu, 3 Juni 2026

Juni 28, 2026
0
Diskusi

Diskusi Kondisional : Jumat, 19 Juni 2026

Juni 28, 2026
2
Diskusi

Diskusi Eksternal : Rabu, 10 Juni 2026

Juni 28, 2026
1

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Gedung Unit Kemahasiswaan Lantai 4, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah, Gatak, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169

Produk

Pabelan Online
Pabelan TV
Majalah Pabelan

Lainnya

Arsip Koran 2024
Arsip Pabelan
Kegiatan
Tentang

Social Media

Whatsapp Instagram Youtube
No Result
View All Result
  • Home
  • Purchase JNews
  • Pre-sale Question
  • Support Forum
  • Back to Landing Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00