NOTULA
Diskusi Rutin : Rabu, 3 Juni 2026
Topik : “Pertolongan Pertama pada Keresahan”
Pemantik : Shafina Novelia Aryanti
Diskusi ini membahas bagaimana seseorang dapat menghadapi tekanan psikologis yang muncul akibat situasi ekonomi yang tidak menentu, seperti melemahnya nilai tukar Rupiah dan meningkatnya kasus PHK. Para peserta mengaitkan pembahasan tersebut dengan konsep problem-focused coping dan emotion-focused coping sebagai dua cara yang umum digunakan untuk mengelola stres. Meskipun persoalan ekonomi makro berada di luar kendali individu, dampaknya tetap dirasakan secara langsung sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk beradaptasi dengan keadaan tersebut.
Dalam konteks emotion-focused coping, peserta berbagi berbagai cara untuk meredakan stres dan kecemasan. Beberapa mengaku memilih tidur atau mencari hiburan melalui media sosial sebagai bentuk pelarian sementara dari tekanan yang dirasakan. Aktivitas seperti melihat meme, menonton video hiburan, atau melakukan doomscrolling di platform media sosial dianggap dapat membantu mengalihkan pikiran dari berita-berita negatif. Selain itu, sebagian peserta menekankan pentingnya pendekatan spiritual dengan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menumbuhkan sikap tawakal sebagai sumber ketenangan di tengah ketidakpastian.
Sementara itu, pembahasan mengenai problem-focused coping lebih menitikberatkan pada langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menghadapi tekanan ekonomi. Peserta menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih disiplin, seperti mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, mencari alternatif barang yang lebih terjangkau, hingga memanfaatkan peluang pekerjaan sampingan atau freelance. Mereka juga membahas perlunya mengelola konsumsi informasi dengan membatasi waktu penggunaan media sosial dan menyaring konten yang berpotensi meningkatkan kecemasan.
Di akhir diskusi, pembahasan sempat berkembang ke kritik terhadap sistem pendidikan yang dinilai terlalu menuntut peserta didik untuk menguasai semua bidang tanpa memberi ruang yang cukup bagi pengembangan minat dan keahlian tertentu. Meski demikian, para peserta sepakat bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam merespons tekanan hidup. Oleh karena itu, keseimbangan antara upaya mencari solusi yang nyata dan menjaga kesehatan emosional dianggap sebagai kunci penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
