Kamis, 06 November 2025
Fotografi jurnalistik adalah fotografi yang yang mengandung informasi, pesan terkandung yang dapat disampaikan.
Foto disebut foto jurnalistik karena memiliki suatu cerita, memiliki news value nilai berita ( aktual, human interest, konsekuensi, dampak ).
Kalau foto itu hanya untuk diupload di Instagram masih belum bisa dianggap foto jurnalistik, namun fotografi jurnalistik adalah fotografi yang menyampaikan suatu pesan, ingin menyampaikan suatu kejadian.
Semakin besar dampak kepada masyarakat maka semakin besar dampak itu harus diberitakan, foto jurnalistik itu boleh di setting yang penting tidak berbohong kata Arbain Abdul Wahidin Rambey, namun dibantah juga oleh Enny Nurhaeni bahwasanya dia melarang keras foto itu disetting untuk menjaga integritas foto itu di mata dunia.
Fotografi jurnalistik dan komersial memiliki perbedaan pada tujuan dan orientasi, fotografi jurnalistik bertugas menceritakan peristiwa, sedangkan fotografi komersial untuk tujuan bisnis dan pemasaran, perbedaannya juga ada di visual dan estetika, fotografi jurnalistik terletak pada momen dan konteks, sedangkan fotografi komersial mengedepankan estetika.
4 poin yang perlu diperhatikan pada Fotografi Jurnalistik:
1. Momen
Ada satu momen dimana visual dan kejadian bertemu dengan sempurna dalam sekali jepretan. Fotografer jurnalistik harus siap dengan betul-betul matang karena momen tidak dapat diketahui kapan munculnya.
2. Emosi
Dapat kita tunjukkan dengan fokus mengambil beberapa bagian tubuh seperti mata atau wajah secara keseluruhan, agar dapat mengambil reaksi atau ekspresi dari subjek.
3. Komposisi
Komposisi bagaimana kita meletakkan point of view dan angle bagaimana kita mau mengambil obyek.
4. Storytelling
Foto bagus itu tidak hanya menyampaikan informasi, tapi bagaimana membuat orang bertanya apakah yang terjadi sebelumnya dan yang terjadi setelahnya.
Selalu amati arah cahaya, dapat juga dengan menggunakan meter cahaya ( light meter ) namun jangan mengandalkan angka tapi gunakan mata.
Fotografi jurnalistik itu berdasarkan fungsinya, yang menentukan bukan siapa fotografernya tapi bagaimana foto itu di verifikasi secara kurasi oleh editorial
– mengandung berita
– dipublikasikan dalam bentuk pemberitaan
Terkadang masyarakat umum juga menyebarkan foto yang mengandung informasi atau sebuah berita, dimana mereka bukanlah seorang jurnalis, disebut dengan citizen journalism
