Seorang editor memiliki peran penting dalam dunia kepenulisan, yaitu menyunting, memperbaiki, dan menyempurnakan naskah sebelum dipublikasikan. Tugas utama editor mencakup pemeriksaan struktur tulisan, bahasa, ejaan, serta logika isi agar tulisan tersampaikan secara efektif dan sesuai dengan gaya penulisan yang dituju. Selain mengoreksi kesalahan teknis, editor juga bertindak sebagai penjaga mutu, memastikan kredibilitas dan kualitas isi yang akan dikonsumsi publik. Untuk menjalankan peran tersebut, seorang editor harus menguasai fundamental kepenulisan, seperti tata bahasa dan ejaan (sesuai PUEBI), penyusunan kalimat yang efisien, logika penulisan yang runtut, serta pemahaman terhadap beragam gaya tulisan seperti berita, opini, feature, atau ilmiah. Kepekaan terhadap diksi, tone, dan audiens juga menjadi aspek penting yang harus dikuasai.
Dalam praktiknya, editor menggunakan teknik editing efektif yang mencakup tiga tahap: editing substantif (menilai isi dan alur gagasan), editing struktur (mengatur urutan dan kesinambungan paragraf), dan editing mekanis (memperbaiki ejaan, tanda baca, dan tata bahasa). Untuk hasil maksimal, editor bisa melakukan pembacaan ulang, membaca dengan suara keras, atau menggunakan alat bantu seperti grammar checker. Namun, di balik keterampilan teknis, editor juga wajib menjunjung tinggi etika dan akurasi dalam penyuntingan. Ini berarti menjaga hak cipta penulis, tidak mengubah makna isi tanpa izin, menghindari penyisipan opini pribadi, serta memverifikasi semua data dan kutipan yang digunakan.
Agar menjadi editor yang berkualitas, beberapa tips dan trik bisa diterapkan, seperti meningkatkan keterampilan membaca kritis, memperluas referensi bacaan, menyunting dengan teliti tanpa terburu-buru, menjalin komunikasi yang baik dengan penulis, dan terus mengikuti perkembangan bahasa serta teknologi. Selain itu, praktik dan evaluasi berperan penting dalam pengembangan diri editor. Latihan menyunting beragam jenis tulisan dan melakukan evaluasi mandiri atau bersama rekan kerja akan membantu meningkatkan kepekaan dan ketelitian. Dengan praktik yang konsisten dan sikap reflektif, editor dapat tumbuh menjadi profesional yang tajam, berintegritas, dan mampu menjembatani karya penulis dengan pembaca secara efektif dan bertanggung jawab.