• Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
  • Beranda
  • Produk
    • Pabelan Online
    • Youtube Pabelan
    • Majalah Pabelan
  • Arsip
    • Arsip Koran Pabelan
    • Arsip Koran 2024
    • Arsip LPM Pabelan
  • Kegiatan
    • Diskusi
    • Pelatihan
    • Penelitian
  • Company Profile
    • Pengurus
    • Anggota
Home Kegiatan Diskusi

Efektivitas Program Bansos dalam Menuntaskan Kemiskinan

Oleh; Rahmat Nur

Bantuan sosial (bansos) adalah program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat miskin dan rentan secara ekonomi, terutama dalam situasi darurat atau ketika daya beli melemah. Namun, efektivitas bansos sebagai solusi jangka panjang perlu dipertanyakan. Alih-alih memberdayakan, program ini justru berpotensi menciptakan ketergantungan dan melemahkan daya juang masyarakat dalam hal perekonomian.

Seringkali bansos diberikan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) yang nilainya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Namun, hal ini lebih bersifat jangka pendek dan tidak menyentuh akar persoalan struktural seperti kurangnya akses pendidikan, lapangan kerja, atau pelatihan kerja. Pada kondisi ini, bansos justru dapat menjadi jebakan psikologis yang di mana masyarakat tanpa sadar dibiasakan untuk bergantung pada bantuan. Hal ini sama saja dengan membangun mentalitas penerima, bukan pemberdaya.

Ketika bansos diberikan terus-menerus tanpa disertai edukasi atau pelatihan kerja, efek candu bisa muncul. Masyarakat merasa nyaman, sementara pemerintah secara tidak langsung memelihara kemiskinan. Ini yang dianggap sebagai bentuk kemiskinan yang disubsidi dan terjadi ketika negara memberi tanpa mendidik.

Realitas di lapangan juga menunjukkan banyak masalah teknis. Seleksi penerima bansos masih lemah dan seringkali tidak tepat sasaran. Ada penyalahgunaan, manipulasi data, bahkan korupsi. Situasi ini memperburuk kepercayaan publik terhadap program yang seharusnya mulia ini.

Dalam praktiknya, bansos seharusnya tidak menjadi kebijakan utama yang terus-menerus dikeluarkan. Negara tidak bisa terus memelihara kemiskinan dengan cara memberikan bantuan tanpa transisi menuju kemandirian.

Solusi yang lebih baik adalah menggabungkan program bansos dengan pelatihan keterampilan, penyuluhan ekonomi keluarga, dan pembukaan lapangan kerja. Kalau perlu, bansos bisa bersifat bersyarat, misalnya, hanya diberikan kepada keluarga yang anaknya bersekolah atau mengikuti pelatihan kerja. Ini penting agar masyarakat tidak hanya bergantung, tetapi juga tumbuh bersama dengan dukungan negara.

ShareTweet

Related Posts

Diskusi

Strategi Coping Mahasiswa dalam Menghadapi Stress Akademik maupun Organisasi

Desember 8, 2025
18
Diskusi

Manajemen Cashflow di Era Digital

Desember 5, 2025
5
Diskusi

Perubahan Iklim dan Krisis yang tak Terlihat

Desember 7, 2025
4
Diskusi

Relevansi dan Wajah Baru Gerakan Mahasiswa di Era Digital

Desember 5, 2025
15
Diskusi

Polisi, Warga, dan Krisis Kepercayaan: Bisakah Penegakkan Hukum Dipercaya Lagi

November 15, 2025
15
Diskusi

Objektifikasi di Balik Layar Kampus Cantik

November 6, 2025
16

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Gedung Unit Kemahasiswaan Lantai 4, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah, Gatak, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169

Produk

Pabelan Online
Pabelan TV
Majalah Pabelan

Lainnya

Arsip Koran 2024
Arsip Pabelan
Kegiatan
Tentang

Social Media

Whatsapp Instagram Youtube
No Result
View All Result
  • Home
  • Purchase JNews
  • Pre-sale Question
  • Support Forum
  • Back to Landing Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00